WELCOME • SELAMAT DATANG • SUGENG RAWUH DI HERBAL JOGJA



= Obat Tradisional Indonesia =
~¤ Mari Kembali Ke Herbal ¤~

Buah Merah, Sarang Semut dan Akar Pasak Bumi yang selama ini
luput dari pandangan masyarakat
ternyata memiliki segudang Khasiat yang sangat ampuh
penelitian membuktikan bahwa banyak sekali senyawa²
yang dapat membantu membunuh kanker atau penyakit²
kronis lain yang dapat menimbulkan kematian.

mengingat semakin mahal nya obat obat medis saat ini
kami berinisiatif untuk kembali ke alam dan mengeksplor lagi
hasil kekayaan alam, sehingga dapat meminimalisir dari segi finansial
maupun dari marak nya pemalsuan obat yang dapat membahayakan.

Minyak Buah Merah Sarang Semut dan Akar Pasak Bumi yang kami Produksi merupakan
hasil alam langsung dari Papua dan Kalimantan

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di :
Alamat : Perum Nogotirto Elok 3 Jln Jawa B11 Gamping Sleman Yogyakarta

Phone : 0274-542541
Hp : 081332118759 [ Bpk.Sukimin SE ]
085643208121 [ Dhanie Sulistiyo ]
085238859339 [ Septian Dwi ]

email : herbal.jogja@gmail.com
YM : dhanie_styo


3 komentar:

bayu mengatakan...

bisa nego tidak??

Agusms mengatakan...

Salam kenal... abah juga ada di http://www.agus-ahlipijat.co.cc bisa kerjasama titip barang ? karena saya juga pernah di kalimantan tepatnya di siantan hulu dan di daerah jungkat.

ulianta mengatakan...

Baagaimana dengan harganya mahal nggak. Menarik juga itu yang namanya sarang semut


http://www.adsexell.com
PORTAL BISNIS ONLINE
http://www.natason.com
Pasang iklan Gratis 1 Tahun
Pasang iklan, iklan, iklan gratis

SARANG SEMUT (MYRMECODIA PENDANS)

Tahukah Anda Sejak dipekenalkan 6 tahun yang lalu Sarang Semut sudah dikonsumsi oleh RIBUAN ORANG?
Tahukah Anda bahwa Sarang Semut sudah TERBUKTI AMPUH mengatasi berbagai jenis Kanker dan Tumor, TBC, Diabetes, Hipertensi, Lever, Asam urat, Jantung, dan berbagai penyakit berat lainnya?
"Saya yakin Sarang Semut adalah satu obat herbal yang sangat ampuh bisa menolong banyak orang yang penyakitnya susah disembuhkan dengan obat medis. Apalagi sekarang telah didukung dengan penelitian ilmiahnya. Rata-rata mereka meminum... mendapatkan hasil setelah seminggu, bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya." - Hendro Saputro, Peneliti Sarang Semut, Majalah Natural

Jika Anda ingin lebih mengenal Sarang Semut dan tertarik untuk mencobanya sebagai obat alternatif untuk suatu penyakit, silakan baca terus keterangan di bawah ini untuk mendapatkan informasi yang benar dan terpercaya.


Sarang Semut (Myrmecodia jack) merupakan tanaman yang berasal dari Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit. Dan berdasarkan hasil penelitian modern didapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti Flavanoid, Tokoferol, Fenolik dan kaya berbagai mineral yang sangat berguna sebagai antioksidan dan anti kanker.

Keunikan Sarang Semut terletak pada interaksi semut yang bersarang pada umbi yang terdapat lorong-lorong didalamnya. Kestabilan suhu di dalamnya membuat koloni semut betah berlama-lama bersarang di dalam tanaman ini. Dalam jangka waktu yang lama terjadilah reaksi kimiawi secara alami antara senyawa yang dikeluarkan semut dengan zat yang terkandung di dalam Sarang Semut, perpaduan inilah yang diduga membuat Sarang Semut ampuh mengatasi berbagai penyakit.

Dilaporkan bahwa ada banyak pengguna Sarang Semut yang mengaku sembuh dari Kanker, Tumor, Stroke, Mimisan, Alergi, Lemah Syahwat, Nyeri Punggung, dan Jantung Bocor. Banyak pula yang mengatakan tak lagi mengalami Gangguan Prostat dan Wasir setelah mengkonsumsi Sarang Semut.

Peminat Sarang Semut tidak hanya datang dari Papua, karena itu mulai awal tahun 2004, Sarang Semut mulai diproduksi dalam jumlah banyak agar mudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Saat ini Sarang Semut semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke Singapura dan Malaysia.

Kehebohan ini pun tidak luput dari perhatian majalah, surat kabar, stasiun televisi dan radio yang berlomba-lomba mengulas tentang khasiat Sarang Semut. Hampir semua media tersebut memberikan komentar positif tentang khasiat Sarang Semut dalam menumpas berbagai penyakit berat dan merupakan sumber obat baru bagi dunia medis. Banyak dari media massa ini menampilkan testimonial dari mereka yang sudah tersembuhkan oleh Sarang Semut.

"Tak heran, setahun terakhir ini Sarang Semut semakin dipercaya dan banyak orang menyandarkan harapan kesembuhan padanya. Kenyataan ini sebenarnya cukup beralasan, apalagi banyak peneliti membuktikannya melalui berbagai kajian ilmiah." — Harian Kompas.


"Hasilnya memang mencengangkan, tanaman ini terbukti ampuh mengatasi beragam penyakit berat, seperti: kanker, diabetes, hepertensi, lever, asam urat, dan jantung. Setelah khasiatnya terkuak sejumlah lembaga penelitian tergerak untuk melakukan penelitian mendalam." — Majalah Trubus


"Setelah dicoba selama 5 tahun hasilnya sangat mencengangkan. Penyakit-penyakit seperti Kanker, Wasir, nyeri Sendi, jantung, gangguan ginjal, prostat pun lenyap. Selain itu hasil olahan Sarang Semut juga dapat meningkatkan air susu ibu." — Majalah Natural.


Karena itu, secara empiris Sarang Semut tidak dapat disangkal lagi telah terbukti berkhasiat. Ini artinya, Sarang Semut telah dikonsumsi oleh banyak orang dan telah terbukti dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sedangkan manfaat lainnya, tumbuhan ini pun bisa meningkatkan produksi ASI, memulihkan kesehatan wanita pascapersalinan, serta menjaga stamina tubuh.


Tidak hanya secara empiris, berdasarkan hasil penelitian ilmiah dari Pusat Bioteknologi LIPI, terungkap bahwa Sarang Semut mengandung senyawa aktif (Flavonoid dan Tanin) yang telah dikenal dalam dunia medis dapat menaklukkan berbagai penyakit berat.

Berikut ini adalah jenis-jenis panyakit yang sudah terbukti dapat diatasi oleh Sarang Semut berdasarkan pengalaman empiris dari para pengguna.

1. Berbagai jenis Kanker dan Tumor — Kanker payudara, otak, hidung, lever, paru-paru, usus, rahim, kulit, prostate, dan Kanker daraH.

2. Gangguan jantung
3. Stroke berat dan ringan
4. Menghilangkan benjolan-benjolan pada Payudara
5. Gangguan Ginjal dan Prostat
6. TBC & Masalah paru-paru
7. Ambien (Wasir) baru maupun lama
8. Migraen (Sakit kepala sebelah)
9. Reumatik
10. Melancarkan peredaran darah, pegal linu, dan nyeri otot
11. Meningkatkan vitalitas, memperbaiki dan meningkatkan stamina tubuh.

SEKILAS SARANG SEMUT

Sarang Semut merupakan tanaman obat asal Papua yang sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit secara alami dan aman. Secara turun-temurun sebetulnya Sarang Semut telah digunakan sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat pedalaman bagian barat Wamena, Papua, seperti suku-suku di Bogondini dan Tolikara.

Ahli gizi Dr. Mien Karmini yang sempat melakukan eksplorasi di Papua pada tahun 1995 menemukan bahwa Sarang Semut sering digunakan sebagai campuran bubur dan minuman sehari-hari. "Sarang Semut dipercaya meningkatkan imunitas tubuh dan memberikan energi", kata Mien. Zat-zat aktif seperti antioksidan, polifenol, dan glikosida yang terkandung dalam Sarang Semut mampu mengontrol beragam penyakit berat. Jenis masing-masing zat aktif itu memang masih terus diteliti dengan metode elusidasi struktur.

Menurut Dr Subagus Wahyuono Apt MSc dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, glikosida berfungsi sebagai imuno stimulan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. "Antioksidan itu melindungi sel-sel tubuh agar dapat menjalankan pekerjaan dengan baik. Kalau sel bekerja dengan baik, penyakit yang mengganggu fungsi sel seperti kanker dapat dicegah," ujar Dr Mangestuti Agil Apt MS, dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya.

Menurut entomolog (ahli serangga), Dr Wijaya, Sarang Semut mengandung senyawa antioksidan, vitamin, dan mineral. "Pada semut, antioksidan berperan dalam pembentukan koloni, menjaga tempat telur jauh dari kuman penyakit, sama seperti pada lebah madu," ujar Wijaya. Ia juga menambahkan bahwa Sarang Semut mengandung asam formiat. Hal senada diungkapkan oleh Dr Rosichon Ubaidillah, ahli semut Puslitbang Biologi LIPI. Rosichon yang kerap keluar-masuk hutan Wamena berpendapat bahwa khasiat Sarang Semut mungkin berasal dari Saliva atau kelenjar liur semut dan mikroba yang berasosiasi dengan semut yang tinggal didalam tanaman tersebut.

Ahli pengobatan Cina, Prof Muhammad Yusuf yang telah beberapa kali mendengar tentang Sarang Semut, mengatakan sejak 3.000 tahun silam di Cina tanaman Sarang Semut dan semut sudah dimanfaatkan sebagai obat. "Semut dan Sarang Semut memperbaiki fungsi ginjal. Ginjal mempengaruhi banyak fungsi tubuh," katanya. Willian Aditeja, ahli pengobatan Cina lainnya, mengungkapkan, semut berfungsi menghentikan nyeri, mengatasi rematik, dan melancarkan pembuluh darah.

MENGAPA Sarang Semut BEGITU BERKHASIAT?

Beberapa peneliti berusaha mengungkapkan ada apa dibalik khasiat luar biasa dari Sarang Semut. Dari hasil penelitian itu ditemukan beberapa senyawa aktif yang mampu meredam berbagai penyakit.
Dr. M. Ahkan Subroto, Ahli Peneliti Utama LIPI mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut itu adalah Flavonoid, Tanin, dan Poliefenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.

Selain itu dalam Sarang Semut juga ditemukan kandungan bermanfaat lainnya, seperti Tokoferol, Magnesium, Kalsium, Besi, Fosfor, Natrium, dan Seng. Berikut adalah keterangan singkat beberapa zat aktif bermanfaat yang terkandung dalam Sarang Semut:

1. Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.

Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai anti virus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV /AIDS dan virus herpes.

Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperi asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan perionditis (radang, jaringan ikat penyangga akar gigi).

Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiprofilisasi, penghambatan siklus sel, induksi apaoptosis, diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobtan berbagai jenis kanker atau tumor, TBC, dan encok/rematik diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid Sarang Semut .

2. Tanin merupakan astrigen yang mengikat dan mengendapkan protein berlebih dalam tubuh. Dalam bidang pengobatan Tanin digunakan untuk mengobati diare, hemostatik (menghentikan pendarahan), dan wasir. Karena itu kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan, misalnya untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan zat ini.

3. Polifenol adalah asam fenolik dan flavonoid. Polifenol banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran serta biji-bijian. Rata-rata manusia bisa mengonsumsi polifenol dalam seharinya sampai 23 mg. Khasiat dari polifenol adalah anti mikroba dan menurunkan kadar gula darah. Asam fenolik merupakan kelas dari antioksidan atau senyawa yang menghilangkan radikal bebas. Molekul yang tidak stabil ini adalah produksi dari metabolisme normal yang menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan perubahan pada DNA yang dapat menimbulkan kanker dan penyakit lain.

4. Tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm. Ananlisis antioksidan dari estrak kasar tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa estrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC 50 sebesar 48,6 ppm. Sementara alfa-tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC 50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut.

Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96% dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi-konsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam radikal bebas hingga mendekati 100%.

5. Magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa, dan aktivitas neuromuseluler. Fungsi-fungsi mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari Sarang Semut , misalnya, khasiat dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan peredaran darah, mengobati migren, gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual.

6. Kalsium berfungsi dalam kerja jantung, implus saraf, dan pembekuan darah.

7. Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transporoksigen, aktivor enzim.

8. Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi.

9. Natrium memilki peranan dalam keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan implus saraf, dan kesimbangan asam-basa.

10. Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat, dan penyembuhan luka.

Selain itu dalam penelitiannya Dr. M. Ahkan Subroto melihat adanya penghambatan aktivitas enzim xanthine oxidase oleh estrak Sarang Semut, hal ini menunjukkan bahwa estrak Sarang Semut setera dengan aktivitas allopurinol, obat kimia komersial yang digunakan untuk pengobatan asam urat.

Bila dampak dari allopurinol bisa meningkatkan kadar kreatin hingga merusak ginjal, maka Sarang Semut selain menurunkan asam urat juga memperbaiki fungsi ginjal.


"Dengan adanya bukti empiris ini Sarang Semut merupakan sumber baru obat. Banyak senyawa baru yang belum diketahui (jenisnya) dengan aktivitas tinggi." - Dr Muhammad Ahkam Subrat, Peneliti Sarang Semut.


Dan tidak menutup kemungkinan masih akan ditemukannya senyawa-senyawa aktif lainnya yang belum terungkap dari Sarang Semut, yang menjelaskan ada apa dibalik semua khasiat luar biasa dari Sarang Semut yang membantu kesembuhan begitu banyak orang dari berbagai penyakit.

KANDUNGAN SARANG SEMUT

Uji penapisan kimia dari tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Hal ini sesuai dengan basil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang mempelajari golongan senyawa ini dalam kaitannya dengan sistem pertahanan diri tumbuhan Sarang Semut.

Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.

Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.


Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut. Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker atau tumor, TBC, dan encok/rematik diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid Sarang Semut.

Komposisi dan Kandungan Senyawa Aktif Tumbuhan Sarang Semut


No Parameter Satuan Nilai
01 Energi Kkal/ 100 g 350,52
02 Kadar air g/ 100 g 4,54
03 Kadar abu g/100 g 11,13
04 Kadar lemak g/ 100 g 2,64
05 Kadar protein g/100 g 2,75
06 Kadar karbohidrat g/100 g 78,94
07 Tokoferol mg/100 g 31,34
08 Total fenol g/100 g 0,25
09 Kalsium (Ca) g/100 g 0.37
10 Natrium (Na) mg/100 g 68,58
11 Kalium (K) g/100 g 3,61
12 Seng (Zn) mg/100 g 1,36
13 Besi (Fe) mg/100 g 29,24
14 Fosfor (P) g/100 g 0,99
15 Magnesium (Mg) g/100 g 1,50


Tanin merupakan astringen, polifenol tanaman berasa pahit yang dapat mengikat dan mengendapkan protein. Umumnya tanin digunakan untuk aplikasi di bidang pengobatan, misalnya untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan pendarahan), dan wasir. Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan taninnya.


Seperti dalam tabel di atas tumbuhan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor, dan magnesium.

Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan sarang semut dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC50 sebesar 48,6 ppm. Sementara alfatokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut. Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96% dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasikonsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam radikal bebas hingga mendekati 100%.

Dalam sistem metabolisme tubuh, Kalsium berfungsi dalam kerja jantung, impuls saraf, dan pembekuan darah. Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transpor oksigen, aktivator enzim. Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi. Natrium memiliki peranan dalam kesetimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan impuls saraf. Kalium berfungsi dalam ritme jantung, impuls saraf, dan keseimbangan asam-basa. Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein, fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat, dan penyembuhan luka. Sementara Magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa, dan aktivitas neuromuskuler.

Fungsi-fungsi mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari Sarang Semut, misalnya khasiatnya dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan haid dan mengobati keputihan, melancarkan peredaran darah, mengobati migren (sakit kepala sebelah), gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual.


Hasil analisis penghambatan aktivitas enzim xanthine oxidase oleh ekstrak tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan ini dapat menghambat aktivitas enzim xanthine oxidase dengan aktivitas yang setara dengan allopurinol, obat komersial yang digunakan untuk pengobatan asam urat. Diduga senyawa inhibitor xanthine oxidase yang bertanggung jawab dalam mekanisme ini adalah senyawa dari golongan flavonoid. Fenomena ini yang kemungkinan dapat memperkuat khasiat tumbuhan Sarang Semut untuk pengobatan rematik yang telah terbukti secara empiris. (Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN

Secara empiris Sarang Semut telah terbukti dapat meyembuhkan beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor, asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, migren, rematik dan leukemia. Mengenai mekanisme kerja kandungan senyawa aktif Sarang Semut dalam mengobati berbagai penyakit tersebut memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dan kemungkinan senyawa aktif yang berperan menaklukkan penyakit tersebut dijelaskan sebagai berikut.

1. Kanker dan tumor

Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan dengan Sarang Semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

2 Gangguan jantung, terutama jantung koroner

Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral Sarang Semut, terutama kalsium dan kalium.

3. Stroke ringan maupun berat

Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.

4. Ambeien (wasir)

Kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan ambeien (wasir) berkaitan dengan kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.

5. Benjolan-benjolan dalam payudara

Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut.

6. Gangguan fungsi ginjal dan prostat

Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada dalam Sarang Semut.

7. Haid dan keputihan

Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.

8. Melancarkan peredaran darah

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang memiliki peranan penting dalam melancarkan peredaran darah.

9. Migren (sakit kepala sebelah)

Untuk pengobatan migren berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-mineral dalam Sarang Semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium.

10. Penyakit paru-paru (TBC)

Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut yang berfungsi sebagai antivirus.

11. Rematik (encok)

Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.

12. Gangguan alergi hidung, mimisan, bersin-bersin

Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.

13. Sakit maag

Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut sebagai antibakteri.

Manfaat Tambahan Sarang Semut


Selain telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti tersebut di atas, Sarang Semut juga dapat digunakan untuk untuk melancarkan dan meningkatkan ASI, memulihkan gairah seksual, dan memulihkan serta menjaga stamina.


1. Melancarkan dan meningkatkan ASI


Kandungan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI, mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, dan memulihkan kewanitaan (sari rapet).


2. Memulihkan gairah seksual


Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan gairah seksual ini.


3. Memulihkan stamina tubuh


Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dais tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam memulihkan kesegaran dan stamina tubuh.
(Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

SARANG SEMUT OBAT 1000 PENYAKIT

Sarang Semut dengan nama imiah myrmecodia pendans merupakan tanaman yang didalamnya digunakan sebagai sarang semut. Didalamnya terdiri dari labirun yang digunakan semut sebagai liang untuk melakukan aktifitasnya. Meski sebagai tanaman yang tidak biasa namun khasiat pengobatan yang dimiliki sangat luar biasa.

Sarang semut diperkenalkan pertama kali di pedalaman Papua yang biasa digunakan sebagai obat oleh warga setempat selain buah merah. Tanaman ini diolah sebagai campuran bubur dan juga sebagi minuman dengan tujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu banyak juga yang menggunakan sebagi obat untuk berbagai penyakit dalam.Khasiat herbal yang dimiliki ditandai dengan kandungan zat-zat aktif seperti antioksidan, polifenol, dan glikosida yang terkandung dalamnya. Ketiga zat ini sangat membantu tubuh manusia untuk mengontrol beragam penyakit maut. Salah satunya sebagai imuno stimulan untuk menambah kekebalan tubuh.

Secara teknis zat imuno stimulan akan membantu dan melindungi sel-sel tubuh agar dapat menjalankan pekerjaan dengan baik. Bila sel berfungsi baik maka penyakit gangguan sel bisa di cegah dan diobat. Penyakit ganguan sel yang paling sering diterima tubuh adalah kanker.

Kandungan zat yang dimiliki memang didukung oleh aktifitas semut di dalamnya dimana banyak zat yang menguntungkan tertinggal dalam bagian tanaman. Pada semut sendiri antioksidan berperan sebagai zat penting untuk proses pembentukan koloni. Selain itu juga sebagai benteng bagi tempat penyimpanan telur dari panyakit.

Bila di lihat kondisi ini hampir mirip dengan madu yang dikeluarkan lebah untuk melindungi telurnya. Pada semut khasiat yang muncul kemungkinan besar berasal dari kelenjar liur semut yang berinteraksi dengan tanaman dan beberapa mikroba lainnya.

Selain mencegah dan mengobati kanker sarang semut juga efektif membantu penyembuhan berbagai macam penyakit gangguan jantung, ambien (wasir), rematik, stroke, maag, gangguan fungsi ginjal dan prostat. Bahkan pegal linu, melancarkan ASI, migren, melancarkan pembuluh darah, lever, bahkan memulihkan gairah seksual juga bisa diambil dari khasiat tanaman ini.Ditambah lagi kandungan herbal yang dimiliki bisa menghambat enzim xantin oksidan yang bisa memicu asam urat dan radikal bebas. Bagi penderita diabetes tanaman ini juga menjadi satu alternatif yang wajib dicoba. Pasalnya kandungan zat yang dihasilkan semut akan menetralisir kadar gula dalam darah.

Secara logika ini dimungkinkan sebab gula menjadi satu makanan utama semut dan dipastikan kandungan antibodi yang dimiliki terhadap senyawa gula sangat lengkap. Jadi lawan gula secara almai dengan zat yang dimiliki oleh semut lewat sarangnya. Sebab meski memakan gula semut tidak terkena diabetes


Untuk mendapatkan khasit sarang semut caranya sangat mudah. Potong kecil-kecil tanaman sarang semut yang sudah cukup dewasa. Ukurannya dewasa cukup mudah, setidaknya lebih besar atau sama dengan botol air mineral ukuran 1,5 liter. Sebab semakin besar akan semakin banyak koloni semut didalamnya dan makin banyak juga zat menguntungkan yang dimiliki.


Setelah dipotong tipis dan kecil, jemur hingga kering atau bisa dimasukkan kedalam oven. Dari potongan kering ini direbus sekitar 15-20 menit untuk mengekstrak kandungan didalamnya. Setelah itu air rebusan bisa diminum langsung atau diberikan bahan tambahan untuk mengurangi rasa pahit.

Ekstrak sarang semut bisa diminum setiap hari baik sebagai obat maupun pencegahan.Selain dalam bentuk potongan rumah semut juga bisa di kemas dalam bentuk serbuk dengan cara menumbuk potongan yang sudah kering.Dosisnya untuk satu sendok makan direbus dengan dua gelas air (400cc) sampai didapatkan satu gelas air rebusan. Buang ampasnya dan minum hanya air rebusan saja

BUDIDAYA SARANG SEMUT

Menurut Heny JD Latupapua, peneliti Kebun Biologi Wamena, Sarang Semut memungkinkan untuk dibudidayakan. Sebab, tumbuhan itu berbunga, berbuah, dan berbiji. Itu juga dikemukakan Dr Tukirin Partomiharjo dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. Doktor ahli epifit dan entomologi alumnus Kagoshima University itu adalah kurator tanaman anggota famili Rubiaceae yang juga kerap mengeksplorasi Sarang Semut.


Di Australia Sarang Semut juga dikembangkan dengan teknologi kultur jaringan. Pengembangbiakan massal melalui kultur jaringan tak mempengaruhi kandungan senyawa aktif sebuah tanaman. Syaratnya dalam budidaya harus dikondisikan (suhu, iklim, intensitas cahaya, nutrisi) seperti habitat aslinya. Dengan pengembangan itu perburuan Sarang Semut di hutan dapat dibatasi.


Dapat diprediksi, ketika popularitasnya melambung, kian banyak orang memburu Sarang Semut. Padahal, selama ini para produsen menyandarkan kontinuitas produksi dari kemurahan alam. Bagi konsumen juga mesti hati-hati lantaran Sarang Semut mudah dipalsukan, bentuknya mirip serbuk kayu biasa berwarna cokelat kehitaman. Sikap itu perlu lantaran peluang Sarang Semut sebagai obat amat besar.


"Dengan adanya bukti empiris ini Sarang Semut merupakan sumber baru obat. Banyak senyawa baru yang belum diketahui (jenisnya) dengan aktivitas tinggi," ujar Dr Muhammad Ahkam Subroto. Oleh karena itu banyak orang yang mendambakan sehat memilih Sarang Semut sebagai jalan pengobatan. (Dari berbagai sumber, sumber utama: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

Sarang Semut Tanaman Nonendemik

Sarang Semut kini menjadi obat baru untuk mengatasi beragam penyakit maut. Itu tak hanya di Wamena, Jayapura, atau kota-kota lain di tanah Papua. Para produsen memperoleh Sarang Semut dengan berburu di hutan-hutan Papua. Sebetulnya, Sarang Semut tak hanya terdapat di Papua. Di pulau terbesar itu keragaman Sarang Semut memang tinggi, 10 varietas terdapat di sana. Selain Myrmecodia pendans yang sudah terbukti berkhasiat secara empiris, di sana juga terdapat M jobiensis, M erinacea, dan M alata. Sebaran Myrmecodia tuberosa terdapat juga di Ambon, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan.



Minyak Buah Merah Papua

SEKILAS BUAH MERAH

Tanaman buah merah adalah tanaman yang masih satu famili dengan tanaman pandan. Pandanus conoideus ini di habitat aslinya (Pulau Papua) tumbuh dari dataran rendah dekat pantai sampai dataran tinggi. Bahkan, di lereng pegunungan Jayawijaya diketinggian 2.500 m dpl. tanaman ini bisa ditemukan. Tanaman berkayu ini tumbuh bercabang sampai mempunyai 5 cabang. Daunnya berbentuk pita yang pinggirnya berduri-duri kecil. Tinggi tanaman bisa mencapai 15 meter. Akarnya berbentuk akar udara yang menggantung sampai ketinggian satu meter dari pangkal batang. Tanaman ini berbuah saat berumur tiga tahun sejak ditanam.

Buah merah umumnya berbentuk panjang lonjong atau agak persegi. Panjang buah 30-120 cm. Diameter buah 10-25 cm. Buah ini umumnya berwarna merah, merah kecokelatan, dan ada pula yang berwarna kuning. Kulit buah bagian luar menyerupai buah nangka. Di Papua, beberapa daerah yang menjadi sentra buah merah adalah daerah-daerah yang berada di sepanjang lereng pegunungan Jayawijaya. Di antaranya Kelila, Bokondini, Karubaga, Kobakma, Kenyam, dan Pasema.

Menurut kepercayaan penduduk Suku Dhani di Memberamo, Papua, ribuan tahun yang lalu, nenek moyang mereka turun dari Gunung Pugima ke daerah Wesakpog untuk berkumpul. Gunung Pugima, menurut mereka adalah gunung Jayawijaya yang merupakan gunung tertinggi di Indonesia dan Wesakpog adalah sebuah daerah di Lembah Baliem. Setelah berkumpul di Wesakpog, nenek moyang orang Papua ini kemudian melanjutkan perjalanan tanpa membawa bekal dan peralatan sama sekali. Mereka kemudian menyebar ke seluruh penjuru mata angin.

Dalam perjalanan, sebagian dari mereka ada yang berhenti untuk beristirahat dan membuat api. Menurut cerita masyarakat Suku Dhani, di tempat mereka beristirahat tersebut, Sang Pencipta menurunkan peralatan berupa busur dan anak panah, kapak batu, batu api, bermacam-macam tumbuhan, serta binatang piaraan. Tumbuhan yang dimaksud di antaranya ubi dan buah merah. Sementara itu, binatang piaraannya diduga babi. Setelah mematikkan batu api, mereka membakar ubi dan buah merah. Sisa buah merah tersebut kemudian diberikan kepada binatang piaraannya. Di tempat beristirahat dan membuat api itulah mereka kemudian membuat perkampungan dan berkembang menjadi berbagai macam suku seperti sekarang ini.

Sementara itu, sebagian nenek moyang orang Papua terus berjalan melanjutkan perjalanan darat dan sebagian lagi menyeberangi lautan menggunakan rakit. Diduga kuat, mereka yang menyeberangi lautan ini sampai di Benua Australia dan menjadi cikal-bakal Suku Aborigin.

Hingga sekarang, buah merah tetap menjadi makanan sebagian penduduk Pulau Papua, terutama yang bermukim di daerah Pegunungan Jayawijaya. Oleh penduduk, buah merah ini dijadikan campuran makanan sehari-hari. Mereka memeras buah merah setelah membakarnya dengan batu. Sari buah merah hasil perasan ini mereka konsumsi bersama ubi, sayuran, dan bahan makanan lain. Sementara itu, ampas atau pastanya diberikan kepada babi hutan piaraan mereka.

Dalam upacara bakar batu, buah merah pun menjadi elemen pokok. Upacara bakar batu biasanya dilakukan untuk mengumpulkan masyarakat, terutama dalam satu suku, ketika ada suatu acara, seperti pernikahan, hari natal, idul fitri, tahun baru, perayaan panen, menyembah leluhur, kematian, atau untuk mempererat hubungan ikatan keluarga. Hidangan hasil upacara bakar batu tidak lengkap dan kurang nikmat jika tidak menggunakan buah yang masih satu famili dengan tanaman pandan ini.

Saat panen raya buah merah, masyarakat Papua biasanya memasak buah merah seperti halnya masyarakat di Pulau Jawa membuat minyak kelapa. Minyak buah merah tersebut kemudian disimpan di dalam bumbung bambu dan bisa bertahan selama satu tahun. Cadangan minyak tersebut digunakan untuk memasak makanan, seperti halnya minyak goreng. Minyak buah merah ini digunakan untuk pengganti minyak goreng yang harganya di daerah pedalaman relatif mahal.

Sampai sekarang buah merah tetap digunakan oleh masyarakat Papua. Sebagian besar penduduk yang mengonsumsi buah merah, baik berupa pasta dalam makanan sehari-hari maupun minyaknya, jarang terkena penyakit, tubuhnya kuat, dan staminanya prima. Kenyataan ini banyak mengundang pertanyaan masyarakat pendatang, sehingga tidak sedikit dari mereka yang mulai mencoba memanfaatkan buah merah, terutama minyaknya.

Sejak I Made Budi, salah seorang dosen di Universitas Cenderawasih Jayapura, meneliti kandungan buah ini, masyarakat pendatang ramai-ramai mengeksploitasi buah ini dari pedalaman. Hingga saat ini hampir semua elemen masyarakat, dari yang masih berkoteka, aparat pemerintah, hingga kalangan swasta ramai-ramai terjun mengolah buah merah. Karenanya, tidak mengherankan jika buah merah kemudian mendapat julukan emas merah dari belantara Papua. Minyak buah merah hasil olahan mereka kemudian dijual sebagai obat yang banyak membantu menyembuhkan berbagai jenis penyakit, seperti HIV/AIDS, kanker/ tumor, ambeien, diabetes mellitus, asam urat, rematik, jantung koroner, paru-paru, asma, gangguan jantung dan ginjal, tekanan darah tinggi, eksim, dan herpes.

Sampai saat ini penelitian tentang khasiat dan manfaat buah merah untuk pengobatan masih belum selesai. Secara klinis pembuktiannya belum dilakukan. Meskipun demikian, secara empiris tidak sedikit penderita penyakit yang sudah merasakan manfaat buah ini. Beberapa di antaranya ada yang mengonsumsi buah ini dengan mengombinasikan bersama obat dokter, ada yang mencampurnya dengan herbal lain, dan ada pula yang mengonsumsinya secara tunggal.

Fenomena ini kemudian mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang langsung percaya dan menggunakannya untuk pengobatan, ada yang melakukan penelitian, dan ada pula yang masih ragu-ragu akan kemampuan komoditas perkebunan ini. Bagaimana pun kontroversi yang berkembang, di lapangan tidak sedikit penderita aneka penyakit yang sembuh dengan buah merah dan akhirnya berani memberikan kesaksian akan kemampuan Pandanus conoideus ini kepada masyarakat.

Khasiat Buah Merah

A. Kanker dan Tumor

Kanker salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia. Penyakit kanker atau tumor disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging di jaringan tubuh normal. Kanker ini bisa menyerang bagian tubuh mana pun, seperti rahim, payudara, bahkan otak. Penyakit kanker yang sudah parah bisa menyebabkan kematian.

Peran buah merah dalam membantu penyembuhan kanker ini karena kandungan tokoferol dan betakarotennya yang relatif tinggi. Kedua senyawa kimia ini bekerja sama sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalantubuh. Sebagai antioksidan, kedua senyawa ini berperan mencegah dan menekan pembiakan sel-sel kanker. Omega 3 yang terkandung di dalam buah merah juga bisa berfungsi memperbaiki jaringan sel yang rusak, sehingga sangat disarankan bagi penderita kanker payudara.

Pemanfaatan sari buah merah untuk membantu proses penyembuhan kanker sebaiknya dikombinasikan dengan herbal lain, seperti temu putih, temu mangga, dan keladi tikus yang bisa membunuh sel kanker.

Penderita kanker yang sudah membaik biasanya meminum sari buah merah sebanyak satu sendok teh dua kali sehari. Jika sudah meminum sari buah ini, disarankan tidak mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin E karena vitamin E yang terkadung dalam sari buah merah sudah tinggi. Kondisi kolesterol juga harus selalu diperiksa, karena beberapa orang yang mengonsumsi sari buah merah kolesterolnya cenderung meningkat. Disarankan pula sebelum mengonsumsi sari buah merah, penderita kanker berkonsultasi dengan dokter dan herbalis yang ahli menangani penyakit kanker.

B. HIV/AIDS

HIV (human immunodeficiency virus) yang menyebabkan AIDS (aquired imunodeficiency syndrome), menyerang tubuh manusia hingga sistem kekebalan tubuhnya menjadi lemah atau hilang. Karenanya, orang yang terinfeksi HIV dan mempunyai penyakit ikutan, biasanya tidak bisa sembuh karena tidak mempunyai sistem kekebalan tubuh yang bisa melawan penyakit. Penyakit ikutan inilah yang menyebabkan kematian penderita AIDS.

Sistem kekebalan tubuh penderita HIV/AIDS biasanya akan melemah dan jika terserang penyakit lain bisa menemui ajalnya karena sistem kekebalan tubuhnya semakin melemah dan tidak bisa melawan penyakit tersebut. Dalam proses penyembuhan, sari buah merah akan memperbaiki sistem kekebalan tubuh dan memecah senyawa protein yang menjadi makanan virus HIV/AIDS. Akibatnya, virus HIV/AIDS tersebut semakin melemah karena tidak memperoleh makanan untuk perkembangbiakannya.

Salah satu senyawa kimia yang ada di dalam sari buah merah adalah tokoferol atau vitamin E dan betakaroten. Tokoferol dan betakaroten inilah yang berfungsi sebagai antioksidan dan bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang menjadi masalah utama pengidap HIV/AIDS. Kedua senyawa ini juga bisa menangkal radikal bebas. Dengan sistem kekebalan tubuh yang meningkat inilah, pasien pengidap AlDS diharapkan bisa melawan penyakt ikutan yang menyerang. Tokoferol dan betakaroten tersebut akhirnya juga berkombinasi untuk memecah senyawa asam amino yang dibutuhkan oleh HIV, sehingga virus tersebut tidak memperoleh makanan untuk kelangsungan hidupnya. Protein yang tinggi di dalam buah merah juga bisa membantu asupan protein yang diperlukan oleh penderita AIDS. Kombinasi dengan pegagan dan sambiloto juga bisa dilakukan, karena pegagan bisa berfungsi sebagai antivirus dan sambiloto sebagai antibiotik atau antiradang.

Untuk membantu penyembuhan AIDS, buah merah ini sebaiknya dikonsumsi sebagai pendamping dan tidak meninggalkan obat-obatan dari dokter. Minyak buah merah bisa diberikan sebanyak satu sendok teh tiga kali sehari.

C. Darah Tinggi

Penyakit tekanan darah tinggi disebabkan kerja jantung yang berfungsi sebagai pemompa darah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kerja jantung dalam memompa darah yang terlalu cepat inilah yang dinamakan penyakit tekanan darah tinggi. Salah satu pemicu gejala ini adalah darah kekurangan oksigen dan/atau darah yang terlalu kental. Tekanan darah tinggi yang dibarengi dengan penyempitan pembuluh darah bisa mengakibatkan stroke.

Peran tokoferol alami dalam buah merah inilah yang kemudian bekerja mengencerkan darah dan memperlancar sirkulasi darah, sehingga kandungan oksigen dalam darah menjadi normal. Disebabkan kekentalan darah dan kandungan oksigen menjadi normal, otomatis tekanan darah menjadi turun atau normal.

D. Asam Urat

Penyakit asam urat terjadi karena fungsi lever tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga lever memproduksi asam urat berlebihan. Asam urat ini kemudian tertampung di dalam ginjal dan menjadi batu, selanjutnya melalui aliran darah dibawa ke tubuh dan mengumpul, terutama di ujung-ujung jari tangan dan kaki.

Peran tokoferol dalam hal membantu penyembuhan asam urat adalah mengencerkan dan memperlancar aliran darah, sehingga memperbaiki sistem kerja lever. Sistem kerja lever yang benar ini kemudian bisa mengurangi produksi asam urat dan memperbaiki daya kerja jantung. Lemak alami yang ada di dalam buah merah juga bisa menghambat keluarnya asam urat yang berlebihan.

Meskipun sudah mengonsumsi sari buah merah, penderita penyakit asam urat harus tetap melakukan diet dengan berpantang makanan yang bisa memicu penyakit asam urat.

E. Stroke

Stroke adalah penyakit yang menyerang otak. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh darah yang membeku dan dibarengi dengan penyempitan pembuluh darah. Penyakit tekanan darah tinggi juga menjadi salah satu pemicu penyakit ini. Jika tekanan darah meningkat, darah menggumpal, dan terjadi penyempitan pembuluh darah, suplai darah ke otak akan berkurang. Bahkan, pembuluh darah bisa pecah. Penyakit ini bisa mengakibatkan kelumpuhan pada anggota badan, baik kelumpuhan total maupun kelumpuhan sebelah.

Peran buah merah adalah mencegah dan membantu pengobatan serangan stroke. Senyawa kimia yang berperan adalah tokoferol. Tokoferol yang ada dalam buah merah adalah tokoferol alami dan berfungsi mencegah penggumpalan darah dengan mengencerkannya. Efeknya, penggumpalan darah bisa dihindari dan aliran darah ke otak menjadi lancar. Buah merah juga berfungsi untuk memperbaiki sistem kerja jantung. Hingga tekanan darah yang terlalu tinggi bisa menurun.

Sari buah merah dalam mencegah dan membantu penyembuhan stroke bisa dikonsumsi sebanyak satu sendok teh 2—3 kali sehari. Selain itu, penderita stroke dianjurkan memerhatikan pola makan dengan melakukan diet dan tidak mengonsumsi warfarin.

F. Gangguan pada Mata

Penyakit yang sering menyerang mata, seperti kebutaan sementara dan penyakit rabun, biasanya disebabkan tubuh kekurangan vitamin A. Sementara itu, vitamin A tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Di sinilah peran betakaroten dalam buah merah. Betakaroten yang diserap oleh tubuh kemudian diubah menjadi vitamin A.

G. Herpes

Herpes adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes. Penyakit ini ditandai dengan adanya bintil-bintil berair di bagian kulit yang berasa sangat gatal. Bintil-bintil penyakit ini bisa menyerang seluruh tubuh atau di daerah di sekitar alat kelamin. Saat ini dikenal dua macam penyakit herpes yaitu herpes yang menyerang kulit dan herpes yang menyerang kelamin. Herpes kulit bisa menyerang seluruh bagian permukaan kulit tubuh dan herpes kelamin umumnya menyerang daerah di sekitar alat kelamin manusia. Penyebaran virus ini biasanya lewat hubungan seksual, pakaian, keringat, dan dari lingkungan yang tidak sehat.
Secara empiris, pengidap herpes yang minum sari buah merah dan mengoleskan minyaknya di daerah tubuh yang terkena herpes mengalami kesembuhan. Meskipun demikian, secara ilmiah belum diketahui senyawa apa yang bisa menyembuhkan herpes tersebut.

H. Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus sering juga disebut dengan penyakit gula darah. Penyakit ini disebabkan kerja pankreas terganggu, sehingga tidak bisa memproduksi insulin secara cukup. Akibatnya, metabolisme karbohidrat terganggu dan glukosa tidak dapat diolah oleh tubuh, kandungan gula di dalam darah meningkat, kemudian dikeluarkan bersama dengan urine. Gejala penyakit gula darah ini adalah adanya kandungan gula dalam urine, turunnya berat badan, selalu haus dan lapar, dan buang air kecil secara terus-menerus.

Pengobatan secara medis untuk penyakit ini adalah dengan menyuntikkan insulin secara teratur. Di samping itu, penderita perlu juga melakukan diet ketat dan mengatur pola makan. Proses penyembuhan diabetes ini bisa dibantu dengan cara mengonsumsi minyak buah merah karena vitamin E alami atau tokoferol yang dikandungnya. Tokoferol dalam buah merah ini akan memperbaiki kerja pankreas, sehingga fungsinya untuk mensekresi insulin menjadi sempurna. Agar lebih memaksimalkan daya kerja minyak buah merah, penderita diabetes mellitus dianjurkan melakukan diet dengan berpantang makanan yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit diabetes mellitus.

I. Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang biasanya menyerang orang yang sudah berusia lanjut, terutama kaum perempuan. Penyebab os­teoporosis adalah tubuh kekurangan kalsium, sehingga tubuh mengambil kalsium dari tulang dan menyebabkan tulang menjadi keropos.

Kemampuan buah merah mencegah dan membantu penyembuhan osteoporosis disebabkan sari buah ini mengandung kalsium yang tinggi. Dalam setiap 100 gram buah merah segar terkandung 54.000 mg kalsium. Mencegah dan membantu penyembuhan osteoporosis bisa dilakukan dengan mengonsumsi buah merah dalam bentuk pasta, buah merah segar, dan minyak buah merah.

J. Ambeien

Ambeien, wasir, atau puru sering juga disebut dengan haemoroid. Penyakit ini disebabkan terjadi pembengkakan di ujung saluran pelepasan atau dubur. Orang yang terserang ambeien di bagian duburnya akan terasa panas dan sakit. Perasaan tersiksa ini akan terjadi terutama setelah mengonsumsi makanan pedas atau saat buang air besar (BAB). Pada kasus ambeien yang parah, kadang-kadang kelenjar dubur bisa sampai nongol keluar. Ambeien yang demikian ini oleh dokter biasanya akan dioperasi.

Sampai sekarang banyak sekali penderita ambeien yang sudah sembuh setelah mengonsumsi sari buah merah dalam hitungan minggu. Meskipun demikian, belum ada keterangan dari kalangan medis tentang khasiat sari buah merah dalam menyembuhkan ambeien.

K. Lupus

Menurut survei yang dilakukan, sampai saat ini paling tidak ada 5.000 orang yang meninggal akibat penyakit lupus. Penyakit ini bisa diketahui dengan adanya bercak-­bercak berbentuk kupu berwarna merah seperti luka bekas cakaran atau gigitan. Penyakit ini adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh dari dalam dan tidak mampu mengenali jaringan tubuhnya sendiri. Sistem kekebalan tubuh penderita lupus biasanya menjadi liar dan menyerang diri sendiri. Lupus yang sudah gawat bisa menyebabkan serangan pada sendi, kulit, ginjal, hati, paru-paru, pembuluh darah, dan otak. Biasanya penyakit ini juga dibarengi dengan nafsu makan dan berat badan turun, serta rambut rontok.

Penyakit lupus ada dua jenis, yakni discoid lupus erythematosus (DLE) dan systemic lupus erythe­matosus (SLE). Lupus jenis DLE hanya menyerang kulit. Lupus SLE lebih berbahaya daripada lupus DLE karena menyerang organ tubuh bagian dalam dan sangat berbahaya. Jika penyakit lupus menyerang ibu hamil bisa mengakibatkan keguguran. Penderita lupus biasanya akan bertambah berat penderitaannya jika sering terkena sinar matahari secara langsung. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab penyakit ini

Peran buah merah dalam membantu penyembuhan penyakit lupus adalah meningkatkan stamina tubuh penderita. Buah merah dalam penyembuhan penyakit ini berfungsi juga sebagai antioksidan. Sari buah merah yang dikonsumsi diharapkan bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga stamina penderita kuat dan mampu melawan penyakitnya sendiri. Sampai sekarang beberapa penderita lupus yang mengonsumsi sari buah merah sudah menunjukkan perkembangan yang positif.

L. Meningkatkan Libido atau Aprodisiak

Secara testimonial sari buah merah banyak membantu meningkatkan libido seksual kaum laki-laki. Namun, dari percobaan yang dilakukan terhadap 10 orang laki-laki berbagai tingkatan umur, pengaruhnya berbeda-beda, tergantung pada kondisi fisiknya. Ada yang bereaksi 15 menit setelah meminumnya, ada yang satu jam atau dua jam, dan ada juga yang tidak bereaksi sama sekali.

Vitamin E dalam jumlah tinggi pada buah merah tersebut bisa membantu meningkatkan produksi sperma, terutama bagi laki-laki yang produksi spermanya kurang. Kombinasi antara vitamin E tinggi dan jumlah energi yang mencapai 360 kalori dalam buah segar inilah yang diduga bisa berperan sebagai aprodisiak.

M. Membantu Meningkatkan Kecerdasan

Salah satu cara membantu meningkatkan kecerdasan otak manusia adalah dengan merangsang pertumbuhan otak bayi sejak dalam kandungan dan dalam masa pertumbuhan. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi asam esensial berupa omega 3 dan omega 6. Keduanya harus dikonsumsi bersama-sama agar daya kerjanya efektif. Senyawa omega 3 dan omega 6 tersebut terdapat dalam buah merah sebanyak 7,8% dan 8,8%. Kedua omega ini bisa merangsang daya kerja otak yang berlanjut meningkatkan daya kecerdasan otak.

Minyak buah merah untuk meningkatkan daya kerja otak ini bisa dikonsumsi dalam bentuk minyak atau dipakai sebagai minyak goreng saat menumis atau memasak makanan. Sementara itu, anak-anak dianjurkan mengonsumsi sebanyak satu sendok teh sekali sehari.

Kandungan Buah Merah

Sampai saat ini senyawa kimia yang terkandung di dalam sari buah merah masih tidak seragam, terutama tokoferol dan betakarotennya. Beberapa sampel sari buah merah yang diteliti menunjukkan kadar kandungan tokoferol dan betakaroten yang berbeda-beda. Jumlah kandungan dua senyawa ini dipengaruhi oleh tempat tumbuh tanaman dan proses pembuatannya. Tokoferol dan betakaroten yang tinggi diperoleh dari buah yang berasal dari tanaman dataran tinggi dan melalui proses pemasakan yang benar. Proses pemasakan dengan pemanasan tinggi dan waktu lama akan menurunkan dua kandungan tersebut. Kandungan senyawa kimia ini juga dipengaruhi oleh jenis buah merah tersebut. Dipedalaman Papua sendiri bisa ditemukan paling sedikit 14 jenis atau varietas tanaman buah merah.

Sampel sari buah merah barugum yang berhasil diteliti oleh Fakultas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan kandungan senyawa kimia seperti yang tertera di Tabel berikut ini.

» Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah

No.

Bahan Kimia

Kandungan

1.

Tokoferol

511 ppm

2.

Alfatokoferol

351 ppm

3.

Betakaroten

59,7 ppm

4.

Protein

0,27%

5.

Kalsium

9,730 mg

6.

Besi

17,885mg

7.

Fosfor

0,774%

8.

Vitamin C

0,088 ug/g

9.

Asam Palmitoleat

1091 mg

10.

Asam oleat

66057 mg

11.

Asam linoleat

5532 mg

12.

Asam alfa linolenat

589 mg

Sementara itu, penelitian I Made Budi terhadap buah merah yang dimuat di buku Buah Merah (Penebar Swadaya, 2004) menunjukkan basil seperti di 2 tabel berikut ini.

» Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah

No.

Bahan Kimia

Kandungan

1.

Tokoferol

511 ppm

2.

Alfatokoferol

351 ppm

3.

Betakaroten

59,7 ppm

4.

Protein

0,27%

5.

Kalsium

9,730 mg

6.

Besi

17,885mg

7.

Fosfor

0,774%

8.

Vitamin C

0,088 ug/g

9.

Asam Palmitoleat

1091 mg

10.

Asam oleat

66057 mg

11.

Asam linoleat

5532 mg

12.

Asam alfa linolenat

589 mg

» Kandungan nutrisi per 100 gram buah merah

No.

Bahan Kimia

Kandungan

1.

Energi

396 kal

2.

Protein

3.300 mg

3.

Lemak

28.100 mg

4.

Serat

20.900 mg

5.

Kalsium

54.000 mg

6.

Fosfor

30mg

7.

Besi

2,44 mg

8.

Vitamin B1

0,90 mg

9.

Vitamin C

25,70 mg

10

Niasin

1,8 mg

11.

Air

34,90 mg

Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten yang terkandung dalam buah merah dalam proses penyembuhan penyakit berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Ketiga senyawa inilah yang membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, dan HIV/AIDS. Senyawa antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya.

Tokoferol yang ada di dalam buah merah tersebut adalah vitamin E alami yang bisa mengencerkan darah. Hal ini baik untuk penderita stroke. Salah satu pemicu stroke adalah tekanan darah tinggi dan penyumbatan atau penggumpalan darah di pembuluh darah. Jika tekanan darah meningkat dan terjadi penggumpalan atau penyumbatan di dalam pembuluh darah, pembuluh darah bisa pecah. Pecahnya pembuluh darah ini dinamakan stroke. Tokoferol tersebut akan membantu mengencerkan darah, mencegah penggumpalan darah, dan memperbaiki sistem kerja jantung, atau menurunkan tekanan darah. Sementara itu, betakaroten di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia. Vitamin A inilah yang berfungsi membantu menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan mata.

Senyawa asam lemak tak jenuh, seperti omega 9, omega 6, dan omega 3 berperan membantu sistem kerja otak. Selain itu, senyawa ini di dalam tubuh juga bisa bekerja sebagai antioksidan. Kalsium dan besi yang ada di dalam buah merah sangat tinggi dan bisa membantu mencegah dan mengobati osteoporosis. Sementara itu, senyawa lainnya, seperti vitamin C dan B hanya sedikit.

Testimonial

Stamina Prima Berkat Buah Merah
Marthen Wenggi, Wamena, Jayawijaya.

Marthen Wenggi lahir di Wamena pada tanggal 10 Maret 1956. la adalah seorang guru di sebuah SD Negeri di Wamena, sekaligus seorang mahasiswa MIPA di Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua. Pria enerjik yang malang melintang selama 30 tahun di pedalaman sebagai guru ini, mengenal buah merah sejak 30 tahun lalu. Tepatnya, ketika bertugas di pedalaman. Waktu itu, menurut Marthen, untuk mendidik masyarakat di pedalaman ia harus menyatu dengan masyarakat terlebih dahulu. Caranya adalah dengan memakan apa yang mereka makan dan hidup berbaur mengikuti adat-istiadat mereka.

Di kawasan pedalaman Yalimo, Marthen mulai makan dengan penduduk setempat. Makanan yang dihidangkan adalah ubi bakar dengan sayuran yang dicampur buah merah. "Ubi bakar dikupas, ditaruh di atas daun pisang, dicampur sayuran. Kemudian buah merah dikuliti dan dikramas (diremas dengan tangan hingga pasta dan minyaknya mengalir) di atas ubi. Rasanya enak sekali," Marthen mengenang saat pertama kali mengonsumsi buah endemik Papua tersebut.

Sejak saat itu, setiap hari Marthen selalu menyertakan buah merah dalam menu masakannya. Hasilnya, hingga saat ini Marthen sehat dan tidak mengidap suatu penyakit apa pun. Dalam bertugas, berjalan berkilo-­kilometer dilakoninya tanpa kehabisan energi, walaupun saat berjalan, asap mengepul dari gulungan tembakau di bibirnya. Hingga saat ini, Marthen masih setia menenteng buah merah jika menumpang pesawat dari Wamena ke Jayapura.

Kanker Rahim Rontok Berkat Minyak Buah Merah Ny. Rosdiati Arif, 48 th, Jl. Kaliprogo II RT 09 RW 3, Padang Harapan, Bengkulu, Telp. (0763) 27594

Awalnya, kehidupan sehari-hari Ny. Rosdiati biasa saja. Kehidupan istri pensiunan pegawai negeri ini mulai berubah sejak tahun 2002. Tepatnya, saat dokter memvonisnya menderita kanker rahim stadium 2B. Hal ini tentu saja mengejutkan Rosdiati.

Setelah berobat ke RSU Palembang, ia harus menjalani operasi dan kemoterapi. Hingga akhir 2003, Ny. Rosdiati menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Meskipun demikian, penyembuhan yang dilakukan tenaga medis ini tidak banyak mengurangi penderitaan perempuan berumur 48 tahun ini. Bahkan, badan Rosdiati lama-­kelamaan menjadi kurus, loyo, rambut rontok, dan sering sakit-sakitan.

Setelah mengalami penderitaan selama lebih dari satu tahun, pada bulan Februari 2003 Ny. Rosdiati mendapat kiriman minyak buah merah dari keponakannya yang tinggal di Wamena, Papua. Tanpa berpikir panjang, ia segera meminum minyak buah merah tersebut tiga kali sehari. Sekali minum satu sendok makan.

Tepat setelah 20 hari minum minyak buah merah, dari rahimnya keluar potongan-potongan daging (menyerupai daging yang dicincang) berwarna merah sebesar ujung kelingking. Pada bulan Juni, ia mendapat kiriman minyak buah merah lagi sebanyak 300 ml. Setelah diminum, dari rahimnya keluar lagi potongan daging yang diduga kanker yang menyerang rahimnya. Pada bulan September, juga demikian, yakni dari rahimnya keluar lagi potongan daging menyerupai lemak ayam. Selanjutnya, pada bulan Desember sering keluar cairan berwarna putih kental bercampur dengan bintik merah yang berbau anyir. Sejak itu, kondisi Ny. Rosdiati berangsur membaik.

Saat ini, kondisi fisik Ny. Rosdiati jauh lebih baik dibandingkan dengan 2—3 tahun lalu. Dulu, berat badannya turun drastis hingga tinggal 46 kg, tetapi sekarang sudah normal seperti semula, yakni 55 kg. Badannya sudah terlihat segar, tidak pucat, dan rambutnya pun tidak rontok lagi.

Rasa Sakit Akibat Kanker Otak Berkurang
Heni Winarti, Batu, Jawa Timur

Ibu Guru SD Tlekung ini adalah lahir pada tahun 1961 dan tinggal di Kota Apel, Batu, Jawa Timur. Di daerah pegunungan yang sejuk itulah Heni melakukan aktivitasnya sehari-hari. Awalnya kegiatan belajar mengajar di SD tersebut terlaksana dengan wajar. Namun, sejak pertengahan 2004, ada perasaan yang berbeda di kepalanya. Dalam sehari, selama sekitar 15 menit, kepalanya terasa sakit dan telinga berdenging, sehingga aktivitasnya terganggu. Kondisi seperti ini bisa terulang beberapa kali dalam sehari. Karena tidak tahan menanggung siksaan, Heni mengunjungi dokter. Setelah kepalanya di-scan, oleh dokter Heni dinyatakan mengidap kanker otak dan harus dioperasi. Tentu saja ibu guru ini kaget dan menolak pengangkatan kanker dari kepalanya. "Saya takut kalau harus dioperasi," katanya.

Pada akhir 2004, oleh teman sejawatnya sesama guru, Heni diberi minyak buah merah dan disuruh meminumnya. Setelah berkonsultasi dengan dokter, ia pun diperbolehkan mengonsumsi minyak dari buah asal Papua tersebut. Awalnya, Heni hanya mengonsumsi satu sendok makan setiap hari. Seminggu kemudian, kepalanya pun mulai enteng. Tidak seperti sebelumnya, sakit di kepalanya mulai berkurang dan hanya sesekali menyerang.

Akhirnya Heni memesan minyak buah merah langsung dari sentranya di Wamena. Dosisnya pun ditingkatkan menjadi dua kali sehari, sekali minum satu sendok makan. Karena kondisinya membaik, akhirnya secara rutin ia me­ngonsumsi tiga sendok makan setiap hari. Walaupun belum sembuh secara total, siksaan di kepalanya bisa mereda. Bahkan, sejak mengonsumsi minyak buah merah, obat-obatan dari dokter mulai ditinggalkannya. Secara medis, sampai saat ini belum ada keterang­an tentang kondisi kanker di kepalanya, tetapi yang jelas kondisi kesehatannya sudah membaik. Kegiatan belajar mengajarnya pun sudah normal lagi.

Calon Kanker Mulut Rahim Berkurang
Ussy Sulistyowati, Artis Sinetron dan Bintang Iklan

Gadis kelahiran 13 Juli 1980 ini adalah seorang artis sinetron dan bintang iklan. Sampai saat ini sudah 16 judul sinetron dibintanginya dan tiga buah iklan memakai paras ayunya. Pemeran tokoh Mince dalam sinetron "Cintaku di Rumah Susun" ini pada bulan Juli 2004 mulai merasakan kejanggalan di mulut rahimnya. Setelah diperiksa, ternyata ada endovestrosen, yaitu jaringan tumbuh yang biasanya muncul saat menstruasi dan berpotensi menjadi kanker.

Ussy pun terbang ke Singapura untuk dibiopsi, melihat jaringan tersebut kanker ganas atau tidak. Biopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Mount Elisabeth itu menunjukkan adanya kelenjar berwarna putih sepanjang 3 cm yang menurut dokter berpotensi menjadi kanker dalam kurun waktu 5—10 tahun lagi. Ussy menderita prakanker dan dokter menyarankan untuk operasi.

Saat pulang ke Jakarta untuk menunggu operasi, Ussy mendapat informasi dari seseorang agar ia mengonsumsi sari buah merah dari Papua. Kebetulan saat itu sari buah merah asal Papua sedang ngetrend dan menjadi buah bibir. Dua minggu sebelum berangkat ke Singapura untuk operasi, Ussy mengonsumsi sari buah merah sebanyak satu sendok teh, dua kali sehari.

Sesampainya di RS Mount Elisabeth, dokter yang menanganinya keheranan, karena lingkaran putih calon kankernya yang semula sepanjang 3 cm telah menyusut hingga tinggal 1 cm. Ussy mengatakan kepada dokternya dengan jujur bahwa selama di Jakarta ia meminum sari buah merah. Karena dokter di sana tidak mengenal buah merah, Ussy pun menjelaskannya secara panjang lebar bahwa di Indone­sia ada buah merah yang oleh masyarakat dimanfaatkan untuk pengobatan. Meskipun demikian, kelenjar yang berpotensi menjadi kanker di mulut rahim Ussy tersebut tetap dioperasi. Hasil kerja sari buah merah selama dua minggu yang mampu melenyapkan calon kanker sepanjang 2 cm dituntaskan oleh dokter RS Mount Elisabeth

Sampai sekarang di sela-sela kesibukannya Ussy masih setia mengonsumsi sari buah merah asal Papua. Sari buah yang diperoleh dari temannya yang bekerja di Papua pun kini dikonsumsi oleh semua anggota keluarganya.

Selamat Tinggal Ambeien
Hari Tjahyono, Ssi, Lembah Baliem, Jayawijaya

Pria kelahiran Ponorogo tanggal 1 Juni 1964 jnj adalah seorang sarjana lulusan Universitas
Terbuka. Pada tahun 1985, Hari berlayar ke Papua dan terbang ke Kecamatan Oksibil di Pegunungan Bintang, Lembah Baliem, tepatnya di Maki. Di sana, pria yang beristrikan perempuan dari Ranah Minang ini mengajar matematika dan berdakwah menyebarkan agama Islam kepada penduduk penganut animisme.

Pada tahun 1999, Hari mulai merasakan lubang duburnya panas setiap buang air besar (BAB) dan duduk pun menjadi tidak enak. Lama-kelamaan, jika buang air besar, darah keluar bercampur dengan kotoran, sehingga duburnya terasa panas dan sakit. Saat berobat ke rumah sakit di Wamena, oleh dokter ia diberi obat antiambeien yang harus dimasukkan ke dalam lubang dubur. Meskipun demikian, penyakitnya tak kunjung sembuh

Siksaan setiap kali buang air besar tetap saja menimpanya. Hal ini tentu membuat sang istri harus berkorban melupakan masakan khas kampung halamannya, masakan padang yang pedas. Soalnya, setiap kali menyantap masakan istrinya, Hari akan tersiksa, lubang duburnya bagai tersengat api, panas dan terasa pedas.

Siksaan yang dialami Hari berakhir setelah ia bertemu penulis buku Khasiat dan Manfaat Buah Merah: Si Emas Merah dari Papua, H. Machmud Yahya. H. Machmud Yahya yang waktu itu sudah mulai mengolah buah merah memberikan satu botol minyak buah merah (350 ml). Minyak buah merah yang diberikan penulis ini diminum sekali sehari, satu sendok makan setiap hari. Seminggu kemudian, saat buang air besar, panas di duburnya mulai hilang. Warna merah yang bercampur dengan kotorannya bukan lagi darah, tetapi efek dari minyak buah merah yang dikonsumsinya. Ambeiennya sembuh dalam waktu satu minggu dan sampai sekarang tidak menyiksanya lagi. Yang mem­buatnya lebih senang adalah ia sudah berani menyantap masakan istrinya, masakan padang yang ekstra pedas.

Hepatitis vs Sari Buah Merah
Heru Alamsyah, JI. Raya Jatimalcmur, Bekasi

Heru Alamsyah adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang masih duduk di bangku kelas II SMA di Bekasi. Sejak empat bulan yang lalu, siswa yang jago ilmu fisika ini terserang virus hepatitis. Istilah ibunya waktu itu, Heru terkena sakit kuning. Tentu saja hal ini membuat Heru harus kehilangan waktu beberapa hari untuk belajar fisika di sekolahnya. Karena dokter waktu itu memintanya beristirahat di rumah untuk sementara waktu. Menurut dokter ia harus berpantang makanan yang mengandung minyak. Hal ini tentu saja agak memutuskan harapannya. Soalnya, ia baru saja mendapat sari buah merah yang rencananya akan digunakan untuk menyembuhkan penyakit hepatitisnya. Padahal sari buah dari Papua yang akan diminumnya ini dalam bentuk minyak.

Akhirnya, pria kelahiran 27 Maret 1988 ini nekat meminumnya. Satu sendok teh sari buah merah diminumnya 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Setelah meminumnya, badan memang agak terasa lemas, tetapi Heru diam saja, takut disalahkan oleh orang tuanya.

Ternyata badan lemas tersebut dialami oleh semua orang yang mengonsumsi sari buah merah. Ajaib, dari hari ke hari badan dan wajahnya menjadi segar dan kelopak matanya jernih tidak berwarna kuning lagi.

Asam Urat Sembuh dalam Seminggu
Ayub S. Parrrata, 731h, Penganggrek Nasional, JI. Tangkuban Perahu No. 157, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Telp. (022) 2789286

Ayub S. Parnata yang lahir di Bandung pada tanggal 4 Desember 1932 merupakan nama yang tidak asing di kalangan penggemar anggrek. Sedikitnya ia berhasil menyilangkan 10.300 jenis anggrek unggulan yang beberapa di antaranya telah didaftarkan di pusat peranggrekan internasional, yaitu The Register of Orchid Hybrids, Royal Horticultura Society, Vincent Square, London, Inggris. Karenanya, beberapa hasil karyanya menghebohkan penganggrek di luar negeri. Maklum, sejak tahun 1947, kakek ini sudah berkutat dengan anggrek. Sejak itu, praktis kehidupan sehari-harinya tidak terlepas dari tanaman anggrek.

Sejak pertengahan 2004, aktivitasnya "bermesraan" dengan anggrek agak terganggu. Bapak anggrek ini terserang asam urat. Menurutnya, ketika serangan asam uratnya kambuh, kakinya sangat sakit. Bahkan, bergerak sedikit saja sakitnya luar biasa. Karenanya, tidak jarang ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Serangan hebat terjadi lagi saat ia ngemil suuk (makan kacang tanah). Serangan asam urat di kakinya ini secara rutin menyerangnya, tidak hanya pada malam hari, tetapi juga siang hari saat ia harus mengurus anggrek­-angreknya.

Pada bulan Juni 2004, sebagai salah satu tokoh tani, Ayub berangkat ke Manado untuk mengikuti temu Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA). Pada pertemuan ini banyak dibuka stand dari penjuru tanah air yang memamerkan produk unggulan. Di salah satu stand dari Provinsi Papua, Ayub secara kebetulan melihat produk berupa minyak buah merah. Oleh penjaga stand tersebut, ia disarankan meminum minyak buah merah sebanyak satu sendok makan, dua kali sehari. Karena ingin penyakitnya sembuh, Ayub pun membeli sebotol minyak buah merah ukuran 200 ml dan meminumnya satu sendok makan, tiga kali sehari.

Sebenarnya waktu minum pertama kali ia tidak yakin asam uratnya bisa sembuh. Keraguan itu disebabkan warna minyak buah merah tersebut menurutnya tidak lazim, apalagi tidak berasa dan tidak berbau. Saat diminum, minyak tersebut terasa nggelontor di lehernya. Meskipun demikian, ia mencoba "menganilisis" warna merah tersebut. la pun bisa memastikan bahwa warna tersebut disebabkan kandungan berupa tokoferol dan betakaroten yang jika sudah masuk ke dalam tubuh menjadi vitamin A. "Dan ini pasti ajaib," begitu pikirnya.

Sejak minum minyak buah merah, keajaiban mulai terjadi. Rasa sakit akibat asam uratnya berangsur-­angsur menghilang. Sungguh luar biasa, setelah satu minggu mengonsumsi minyak buah merah, asam uratnya lenyap. Pengalaman berharga ini kemudian diberitakan kepada mertuanya yang juga mengidap asam urat. Setelah mengonsumsi minyak buah merah, penderitaan mertuanya juga sembuh. Meskipun demikian, baik Ayub maupun mertuanya tetap berpantang aneka makanan yang bisa memicu kambuhnya asam urat, terutama jeroan dan kacang tanah. Setelah sembuh dari asam urat dan tubuhnya semakin bugar, anggrek-anggrek Ayub kembali kebagian sentuhan tangan dinginnya.

Darah Tinggi Menurun dan Maag Sembuh
H. Abdus Salam, Wamena, Jayawijaya

Arek Madura kelahiran Jember 28 Februari 1958 ini datang ke Papua pada tahun 1987 dengan perasaan duka. Pasalnya, Salam, demikian panggilannya sehari-hari, baru saja ditinggal lari oleh istrinya. Dengan perasaan broken heart, lulusan SMP Probolinggo ini berlayar ke Papua dan menetap di Wamena. Di Lembah Baliem ini ternyata lapangan pekerjaan tidak ada, hingga Salam akhirnya menjadi kuli di pabrik tebu. Tiga tahun bekerja di sana, Salam berhasil menggaet adik perempuan majikannya. Setelah itu, Salam pun mulai mandiri. Lama-kelamaan ia berhasil menjadi seorang pengusaha yang terbilang sukses di Wamena, tentu saja berkat dukungan istri barunya yang setia. Bidang usahanya antara lain angkutan darat, industri tabu, kontrakan, kontraktor, dan industri buah merah.

Disebabkan perubahan gaya hidupnya, pada tahun 1989, Salam terkena penyakit komplikasi antara darah tinggi, maag, dan asam urat. Saat berkunjung ke dokter, tensim­eter menunjukkan angka 230/110 dan asam uratnya 6,8. Maagnya juga menyiksa, apalagi saat ia menyantap masakan pedas, sehingga perutnya terasa perih dan melilit. Obat-­obatan dari dokter tidak banyak membantu meringankan penderitaannya.

Sejak akhir Desember 2004, Salam mulai mengonsumsi minyak buah merah yang banyak diproduksi di Wamena. Secara rutin ia minum dua kali sehari setelah sarapan pagi dan menjelang tidur, sekali minum satu sendok makan. Satu setengah bulan sejak mengonsumsi minyak buah merah, Salam kembali ke dokter. Oleh dokter, darah tingginya dinyatakan turun menjadi 140/80. Maagnya juga sudah sembuh dan Salam pun mulai berani makan masakan pedas.

Dua penyakit kambuhannya, darah tinggi dan maag memang lenyap, tetapi asam uratnya masih bercokol, tidak ada perubahan sedikit pun. Sampai sekarang, Salam masih menunggu keampuhan buah merah untuk menggempur asam uratnya. Untuk menjaga stamina, Pak Haji ini masih setia mengonsumsi minyak buah merah.

Herpes Kelamin Lenyap Dalam Dua Minggu
Ulfa, Karyawan Swasta, Jakarta

Ulfa, bukan nama sebenarnya, adalah seorang karyawati di sebuah perusahaan swasta. Gadis lajang berusia 21 tahun ini baru saja menyelesaikan pendidikannya di SMU dan langsung mendapatkan pekerjaan. Sejak sekolah di sebuah SMU di Jakarta, gadis ini terjebak dalam pergaulan bebas, sehingga menjadi penganut seks bebas pula. Karenanya, gadis ini sering berganti pasangan dan berdasarkaq pengakuannya dalam berhubungan seks ia tidak pernah menggunakan alat kontrasespi.

Pada awal Januari 2005, di sekitar selangkangannya muncul bintik­bintik berair yang terasa gatal. Lama­kelamaan bintik-bintik itu semakin gatal dan menyebar merata, bahkan sampai ke sekitar mulut vaginanya. Tentu saja hal ini mengagetkan dan membuatnya ketakutan, tetapi mau berobat ke dokter ia merasa malu. Ulfa kemudian mencoba mengobati dirinya sendiri dengan cara berendam di air panas yang sudah dicampur dengan PK (kalium permanganat). Selain itu, ia juga minum antibiotik. Meskipun demikian, upayanya tidak membuahkan hasil, bahkan penyakitnya semakin menyebar.

Pada akhir Februari 2005, Ulfa mendapat saran untuk minum sari buah merah sekaligus mengoleskan minyak atau salep buah merah ke bagian yang gatal tersebut. Ajaib, tiga hari berikutnya gatal-gatalnya mereda dan dua minggu kemudian herpesnya hilang sama sekali. Bahkan, bekas gatal-gatalnya di kulit paha dan di sekitar vaginanya hilang tak berbekas. Efek minum buah merah menjadikan staminanya di lingkungan kerjanya meningkat.

Sari Buah Merah Menyembuh­kan Alergi pada Bayi
Muhamad Faisal, Parungpanjang, Depok

Ny. Suhana adalah seorang ibu yang baru saja melahirkan bayi pertamanya. Perempuan yang tinggal di Kampung Bulu, Citayam, Depok ini bersuamikan seorang laki­l-aki yang mencoba berwiraswata kecil-kecilan, yakni berdagang spare part sepeda motor. Pada tanggal 17 Desember 2004, Ny. Suhana melahirkan bayi laki-laki. Tentu saja hal ini menggembirakan hatinya sebagai seorang ibu. Namun, kebahagiaan itu tiba-taiba harus berubah menjadi kesedihan. Pasalnya, satu bulan sejak melahirkan, bayinya yang bernama Muhamad Faisal menderita penyakit yang menyerupai kudis atau eksim di sekujur tubuhnya, dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Karena panik, bayinya yang baru berumur satu bulan tersebut dibawa ke sebuah Puskesmas di Parung. Menurut dokter, bayinya menderita alergi, tetapi tidak menyebutkan apa pemicu alergi tersebut. Setelah mendapat obat-obatan dari dokter, Ny. Suhana pun pulang dan merawat anaknya.

Dalam perawatannya, penyakit anaknya tak kunjung sembuh. Tentu saja ia tidak tega melihat buah hatinya tersiksa. Sebulan merawat bayinya di rumah, Ny. Suhana mendapat sari buah merah asal Papua yang konon ampuh dalam menyembuhkan penyakit dari salah seorang tetengganya. Dengan rasa penasaran, ia memberikan sari buah merah kepada bayinya dengan cara meminumkannya sebanyak 2 ml sekali minum. Intervalnya dua kali sehari. Selain diberikan dengan cara diminumkan, sari buah merah tersebut juga dioleskan ke sekujur tubuh bayinya.

Setelah diberi sari buah merah selama satu bulan, kondisi bayinya berangsur-angsur membaik. Penyakit yang menyerupai eksim di sekujur tubuhnya mulai menghilang sedikit demi sedikit. Hampir semua permukaan kulitnya mulus kembali.

Tekanan Darah Tinggi dan Herpes Kulit Hilang dalam Waktu Satu Bulan
Lettu (Purn) H. Abdul Karim, Bogor

H. Abdul Karim adalah seorang purnawirawan TNI AD dengan pangkat terakhir letnan satu. Abdul Karim pernah bertugas di Divisi Siliwangi sebagai seorang pejuang perintis dan penegak kemerdekaan Republik Indonesia. Pejuang yang kenyang bergerilya ini kelahiran tahun 1922. Semasa bertugas ia banyak melakukan perang gerilya di Pulau Jawa, dari Banten, Yogyakarta, sampai Surabaya. la juga terlibat dalam Serangan Umum 1 Maret 1949.

Kini, H. Abdul Karim yang sudah berusia lanjut ini mulai terkena beragam penyakit. Enam tahun yang lalu ia terserang penyakit kulit. Awalnya hanya gatal, kemudian timbul bintik-bintik berair yang semakin lama semakin terasa gatal. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata penyakitnya adalah herpes. Selain terserang virus herpes, ia juga terserang penyakit tekanan darah tinggi.

Pada bulan Januari 2005, Ny. Abdul Karim membeli sebotol sari buah merah. Memang untuk ukuran mereka, harga sari buah merah tersebut terhitung mahal, tetapi demi kesembuhan suaminya, sang istri membelinya juga. Waktu itu, H. Abdul Karim meminum sari buah merah sebanyak satu sendok makan dua kali sehari. Seperti para penderita lain, pertama kali minum rasa mual dan lemas dirasakan anggota veteran ini. Meskipun demikian, setelah satu bulan, tekanan darahnya mulai normal dan bintik­-bintik gatal karena virus herpes yang ada di sekujur tubuhnya pun mulai menghilang. Sampai sekarang, H. Abdul Karim tetap minum sari buah merah.

Meningkatkan Stamina dan Libido
Lukas, Depok

Lukas, bersama beberapa temannya adalah tukang ojek di daerah Jakarta. Rata-rata teman satu grupnya berumur 30—45 tahun. Waktu operasi mereka adalah dari pukul 06.00—18.00 WIB, bahkan untuk mengejar setoran kadang­-kadang mereka narik sampai malam. Pola kerja seperti ini tentu saja banyak menguras stamina mereka. Sesampai di rumah, kondisi fisik mereka sering kecapaian, sehingga kebutuhan biologis para istri sering terabaikan. Hanya tempat tidur yang menjadi tujuan mereka, untuk tempat memejamkan mata hingga pagi harinya.

Selama ini, untuk membantu meningkatkan staminanya, Lukas bersama teman-temannya selalu mengonsumsi minuman berenergi. Paling tidak, mereka bisa minum dua botol per hari. Meskipun demikian, cara ini tidak banyak membantu tubuhnya.

Pada pertengahan Februari 2005, Lukas bersama teman-temannya mecoba mengonsumsi sari buah merah. Waktu itu, mereka mencoba meminum sari buah merah sebanyak satu sendok teh pada malam hari menjelang tidur. Hasilnya ternyata berbeda-beda. Sebagian besar temannya merasa mual, mulas, badan lemas, beberapa menit kemudian mengantuk, dan tertidur. Namun pada pagi harinya, badan mereka menjadi segar dan semangatnya meningkat.

Lukas sendiri tidak merasakan mual, mulas, lamas, dan ngantuk. Efek yang dirasakannya 15 menit setelah meminum sari buah merah membuat gairah seksualnya meningkat, badannya menjadi segar dan fit seperti telah meminum minuman berenergi. Temannya ada yang merasakan hal serupa setelah setengah jam, ada yang satu jam, dan adapula yang merasakan libidonya meningkat setelah dua jam. Masuk angin dan pegal-pegal pun jarang menyerang walaupun harus narik ojek saat hari hujan dan panas.

Sampai sekarang, Lukas masih rutin mengonsumsi sari buah merah menjelang tidur. Badannya tetap fresh dan fit. Dan, jika lupa meminum sari buah merah, badan Lukas menjadi loyo dan seolah-olah kehilangan tenaga.

Eksim yang Diderita Selama Sembilan Bulan Sembuh
Widyawati, Parungpanjrang, Depok

Sebagai seorang istri pegawai negeri, selain sibuk sebagai ibu rumah tangga, Widyawati (bukan nama sebenarnya) sibuk di organisasi Dharma Wanita di lingkungan suaminya bekerja.

Sejak tahun 1996, Widyawati terserang eksim di kedua pergelangan kakinya. Lama-kelamaan eksimnya bertambah gatal dan semakin melebar. Selama ini Widyawati yang tinggal di Parungpanjang, Depok, rutin memeriksakan penyakitnya ke dokter spesialis kulit di Semarang, Jawa Tengah. Di Semarang, Widyawati diinjeksi agar penyakitnya sembuh. Anehnya, sepulang dari Semarang eksimnya yang sudah berangsur-angsur sembuh, beberapa lama kemudian kambuh lagi.

Kejadian tersebut terus berulang hingga tahun 2004. Rasa gatal di kedua pergelangan kaki tersebut kadang-kadang menyerang dengan hebat dan secara reflek mendorong tangannya untuk menggaruk, sehingga kondisinya semakin bertambah parah. Karenanya, tidak mengherankan jika eksim tersebut semakin melebar dan semakin tebal. Selain berobat ke dokter ahli kulit di Semarang, ia juga mencoba berbagai macam salep untuk pengobatan eksimnya, tetapi hasilnya nol besar.

Pada bulan Januari 2005, kebetulan salah seorang anak perempuannya berjualan sari buah merah yang didapatkan dari Wamena, Papua. Oleh anak perempuannya tersebut, Widyawati disarankan meminum sari buah merah tersebut dan mengoleskannya di pergelangan kakinya yang terkena eksim. Widyawati meminum sari buah merah dua kali sehari sebanyak satu sendok makan. Pergelangan kakinya diolesi minyak buah merah setelah mandi atau buang air besar: Dari hari-ke hari eksim di kedua pergelangan kakinya mulai menyusut dan kulitnya mulai halus. Eksim yang diderita selama sembilan tahun itu kini telah sembuh. Perawatan dengan sari buah merah pun tetap rutin dilakukan untuk membersihkan bekas lukanya.

Tekanan Darah Turun dan "Gempa Bumi" Akibat Penyakit Jantung Lenyap
Sri Widowati, Ujung Aspal, Pondok Gede

Sehari-hari Sri Widowati yang berumur 59 tahun adalah ibu rumah tangga yang mengasuh 3 dari 4 anaknya. Anak pertamanya sudah lepas dari asuhannya karena sudah menjalin bahtera rumah tangga dan mempunyai rumah sendiri. Bu Wid, demikian ia biasa disapa, sejak muda sudah mengidap penyakit tekanan darah tinggi dan jantung. Bahkan, ia pernah dirawat beberapa kali di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Jika penyakit jantungnya sedang kambuh, seolah-olah ia merasakan sedang terjadi gempa bumi. Sedangkan, ketika tensi darahnya sedang naik, kadang-kadang anaknya yang terkena getah, ia pun marah-­marah seenaknya.

Pada Desember 2004, anak pertamanya membawa satu botol besar yang berisi sari buah merah dari Papua. Waktu itu Bu Wid agak enggan dan jijik meminumnya, ia agak merasa mual dan ingin muntah. Setelah itu, badannya terasa lemas dan ia pun tertidur. Begitu bangun tidur keesokan harinya, perubahan drastis dialaminya. Badannya terasa segar dan fit. "Seperti muda lagi", kata Bu Wid.

Setelah berlangsung sekitar 1 bulan, berangsur-angsur "gempa bumi" dan debaran jantungnya menghilang. Ketika ke dokter, tensimeter menunjukkan angka 110/90. Angka ini jelas berbeda dengan 2 bulan yang lalu, yang menunjukkan 220/140. Rasa berdenyut-denyut di kepala juga hilang, rasa sakit seperti ditusuk jarum di ulu hatinya juga lenyap. Namun, ia belum memeriksakan jantungnya ke RS Harapan Kita lagi. Baginya, yang terpenting adalah tubuhnya sudah terasa enak lagi.

Stroke Sembuh Setelah Minum Sari Buah Merah
Herry Sutjipto, Jati Makmur, Bekasi

Herry Sutjipto yang tinggal di Jati Makmur Bekasi adalah seorang karyawan swasta yang bekerja di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan. Pria kelahiran 23 Januari 1956 ini mengaku tidak pernah mengidap penyakit berbahaya.

Pada bulan Agustus 2004, perokok berat ini asyik menonton televisi. Tanpa disadarinya, tiba-tiba dari lengan sampai ujung jari tangan kanannya mati rasa, begitu juga kaki kanannya. Herry pun kebingungan. Istrinya segera menelepon sang kakak yang kebetulan seorang dokter. Melalui telepon, kakak iparnya menanyakan kondisi Herry, apakah matanya bisa terpejam dan lidahnya masih bisa menjulur. Kakak ipar ini curiga Herry terserang stroke. Atas saran sang kakak ipar, Herry dibawa ke RS Harapan Kita Bekasi. Disebabkan saat itu hari Minggu, dokter spesialis saraf sedang libur, sehingga Herry dilarikan ke UGD RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Namun, karena takut melihat situasi ruangan UGD yang menurut Harry menyeramkan, Herry meminta dibawa lagi ke RS Harapan Kita.

Setelah dilakukan pemeriksaan lewat CT-scan, di kepala Herry ternyata terdapat penyumbatan pembuluh darah sebanyak empat titik, tetapi belum sempat pecah. Herry terserang stroke dan harus menginap untuk menjalani perawatan selama dua minggu. Saat itu Herry sudah tidak bisa berjalan dengan normal, kaki kanannya harus diseret karena sudah mati rasa dan hampir lumpuh. Mandi sendiri juga sudah tidak bisa. Di samping itu, ia tidak bisa bicara lagi. Perkataannya ngelantur dan tidak terkontrol oleh otaknya. Memorinya lemah, sehingga tidak bisa mengingat teman dan keluarganya yang menjenguknya setiap hari.

Setalah dua minggu menjalani perawatan di rumah sakit ia melanjutkan perawatan sendiri di rumah. Praktis selama tiga bulan ia harus beristirahat dan tidak bisa bekerja di kantornya lagi. Sekembalinya dari rumah sakit belum ada perubahan yang berarti. la masih harus latihan berjalan dan banyak mengonsumsi obat.

Pada bulan Desember 2004, Herry melihat tayangan di salah satu stasiun televisi swasta yang membahas khasiat buah merah untuk penyembuhan berbagai penyakit, termasuk stroke. Setelah menonton tayangan di televisi, ia mencari produk sari buah merah di daerah Gunung Sahari, Jakarta. Kemudian secara rutin ia minum sari buah merah tersebut.

Sejak mendapatkan sari buah merah, Herry minum satu sendok makan dua kali sehari. Berangsur-angsur manfaat sari buah merah ini mulai terasa. Tangan dan kakinya mulai pulih. Sebalumnya, selain mati rasa, kedua organ tubuh tersebut terasa panas.

Sekarang ia sudah bisa berjalan normal, tangannya baik, dan sudah masuk kerja seperti biasa. Karena sembuh berkat pertolongan Tuhan melalui buah merah, sekarang Herry ikut berjualan sari buah dari Papua ini.

Pengunjung Situs Kami ♪♪

Visit http://www.ipligence.com

Relaksasi [ Beri makan ikan dengan mengklik air ]